Info Jaro – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku koperasi melalui pemanfaatan teknologi digital. Upaya ini diwujudkan dengan memperkenalkan berbagai aplikasi dan sistem digital kepada para pengelola Koperasi Merah Putih, sebagai bentuk adaptasi koperasi terhadap perkembangan zaman serta tuntutan modernisasi pelayanan.
Penguatan Tata Kelola Koperasi Berbasis Digital
Dalam kegiatan yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah HSS tersebut, para pengelola koperasi dikenalkan pada sejumlah platform digital, mulai dari aplikasi pencatatan keuangan, sistem pendataan anggota, hingga metode pemasaran berbasis online.
Kepala Dinas Koperasi UKM HSS mengatakan bahwa digitalisasi adalah langkah penting untuk meningkatkan transparansi, akurasi data, dan efisiensi pengelolaan koperasi.
“Digitalisasi tidak hanya membuat pengelolaan lebih cepat dan rapi, tetapi juga meningkatkan kepercayaan anggota. Semua transaksi dan laporan bisa dilihat secara jelas,” ujarnya.
Cegah Praktik Manual yang Rentan Kesalahan
Salah satu fokus sosialisasi adalah mendorong koperasi meninggalkan sistem pencatatan manual. Sistem manual dinilai rentan kesalahan, sulit diaudit, serta menghambat pengelolaan apabila koperasi memiliki jumlah anggota yang besar.
Dengan teknologi digital, proses pembukuan, pembuatan laporan keuangan, hingga penghitungan SHU (Sisa Hasil Usaha) dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.
“Kami ingin koperasi di HSS memiliki standar pengelolaan layaknya lembaga keuangan modern. Ini penting untuk keberlanjutan usaha mereka ke depan,” tambahnya.

Baca juga: Balangan tetapkan status siaga bencana hidrometeorologi hingga Januari 2026
Mendorong Pemasaran Digital bagi Produk Anggota
Selain manajemen koperasi, Pemkab HSS juga memperkenalkan strategi pemasaran digital untuk membantu produk-produk anggota agar lebih dikenal luas. Para pengelola koperasi diajarkan memanfaatkan media sosial, marketplace, hingga katalog digital sebagai sarana promosi.
Langkah ini diharapkan dapat mendongkrak omzet dan memperluas pasar produk UMKM yang selama ini bernaung di bawah Koperasi Merah Putih.
“Produk UMKM kita banyak yang bagus, hanya belum tampil dengan strategi pemasaran modern. Dengan digital, produk bisa menjangkau pasar lebih luas,” jelas narasumber pelatihan.
Respons Positif dari Pengelola Koperasi
Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi pelatihan. Sebagian besar mengakui bahwa teknologi digital selama ini masih dianggap rumit, namun pendampingan dari Pemkab membuatnya lebih mudah dipahami dan diaplikasikan.
“Kami biasanya mencatat keuangan pakai buku biasa. Setelah dijelaskan, ternyata aplikasi digital lebih mudah, lebih aman, dan tidak mudah hilang,” ujar salah satu pengelola koperasi.
Pemkab Komitmen Dukung Transformasi Digital
Pemerintah Kabupaten HSS memastikan akan terus memberikan pendampingan lanjutan. Tidak hanya pelatihan, tetapi juga supervisi berkala untuk memastikan setiap koperasi mampu menerapkan sistem digital secara konsisten.
Bupati HSS sebelumnya juga menekankan bahwa transformasi digital merupakan bagian dari visi daerah untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis inovasi.
“Koperasi adalah tulang punggung ekonomi kerakyatan. Jika koperasi maju, maka ekonomi warga juga akan ikut berkembang,” tegasnya.
Targetkan Seluruh Koperasi HSS Go Digital
Melalui program ini, Pemkab menargetkan seluruh koperasi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dapat menerapkan sistem digitalisasi dalam dua tahun mendatang. Dengan demikian, koperasi dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan profesional kepada anggotanya.
















