Info Jaro – Insiden kebakaran yang melanda Gedung Terra Drone Indonesia kembali memunculkan sorotan publik terhadap dugaan pelanggaran standar keselamatan bangunan. Sejumlah temuan awal yang dihimpun dari hasil investigasi sementara menunjukkan bahwa insiden tersebut tidak hanya dipicu oleh faktor teknis, tetapi juga diduga berkaitan dengan kelalaian dalam pemenuhan standar keamanan gedung.
Pakar keselamatan kebakaran, aparat, hingga pemerintah daerah menilai bahwa gedung tersebut menyimpan sejumlah persoalan fatal yang semestinya bisa dicegah sejak awal.
Sistem Keamanan Kebakaran Diduga Tidak Berfungsi Optimal
Salah satu dugaan kuat yang mencuat adalah ketidakberfungsian sejumlah sistem proteksi kebakaran. Berdasarkan sumber internal yang tidak ingin disebutkan namanya, beberapa peralatan seperti detektor asap, alarm kebakaran, hingga sprinkler disebut tidak bekerja maksimal saat api mulai membesar.
Kondisi ini memperburuk upaya evakuasi, sehingga korban jiwa tidak dapat dihindarkan. “Jika seluruh perlengkapan aktif, waktu evakuasi bisa lebih cepat dan risiko korban dapat ditekan,” ujar salah satu analis keselamatan bangunan.
Material Bangunan Tidak Tahan Api Jadi Sorotan
Investigasi awal juga menduga adanya penggunaan material bangunan yang tidak memenuhi standar ketahanan api. Beberapa bagian interior, termasuk pemisah ruangan dan instalasi kabel, disebut mudah terbakar sehingga mempercepat penyebaran api.
Material yang tidak sesuai standar bukan hanya melanggar aturan teknis bangunan, tetapi juga mengancam keselamatan seluruh penghuni gedung. Temuan ini menambah panjang daftar dugaan pelanggaran yang kini dipelajari penyidik.

Baca juga: Kejati Kalsel dan pemda sepakati implementasi pidana kerja sosial
Jalur Evakuasi Minim dan Terhalang Barang
Masalah fatal lainnya adalah dugaan minimnya jalur evakuasi dan adanya titik-titik yang terhalang barang sehingga menghambat proses penyelamatan. Beberapa pegawai mengaku kesulitan mencari arah keluar karena papan penunjuk evakuasi tidak terlihat jelas.
Dalam standar keselamatan gedung modern, jalur evakuasi harus tersedia dalam jumlah cukup, mudah diakses, serta tidak boleh dialihfungsikan sebagai tempat penyimpanan barang. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat berakibat fatal pada situasi darurat.
Perawatan Instalasi Listrik Diduga Tidak Terjadwal
Sumber pemicu api hingga kini masih diselidiki pihak berwenang. Namun dugaan kuat mengarah pada korsleting listrik akibat instalasi yang tidak dirawat secara berkala. Beberapa pegawai mengakui bahwa pemeriksaan rutin terhadap panel listrik jarang dilakukan.
Kelalaian dalam pemeliharaan instalasi listrik merupakan salah satu faktor utama penyebab kebakaran gedung di berbagai wilayah Indonesia.
Pemerintah Daerah dan Kepolisian Turun Tangan
Usai kebakaran, kepolisian serta dinas terkait dari pemerintah daerah langsung melakukan pemeriksaan terhadap dokumen perizinan, sertifikat laik fungsi (SLF), serta kepatuhan terhadap standar keselamatan.
Jika terbukti terdapat pelanggaran berat, pihak perusahaan dapat dikenakan sanksi administratif hingga pidana sesuai regulasi yang berlaku.
Sementara itu, keluarga korban telah menerima santunan dari pihak perusahaan, namun proses hukum tetap berjalan untuk memastikan adanya pertanggungjawaban yang transparan.
Masyarakat Minta Audit Menyeluruh
Insiden ini memicu seruan masyarakat agar audit keselamatan gedung dilakukan secara menyeluruh, terutama terhadap gedung-gedung yang memiliki aktivitas teknologi tinggi seperti yang dikelola Terra Drone.
Kasus ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap standar keselamatan bangunan agar peristiwa serupa tidak terulang.










