Jaro – Inovasi pertanian mulai digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Laut. Bupati Tanah Laut, Sukamta, memimpin langsung tanam padi perdana dengan menggunakan teknologi drone di Kecamatan Bati-Bati, Sabtu (16/8). Langkah ini menjadi terobosan baru dalam mempercepat proses tanam sekaligus mendorong modernisasi sektor pertanian di daerah.
Teknologi Pertanian Modern Hadir di Desa
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sukamta menegaskan bahwa penggunaan drone pertanian merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendukung produktivitas petani. Dengan drone, proses penebaran benih padi yang biasanya memakan waktu lama dapat dilakukan lebih cepat, merata, dan efisien.
“Ini bukan sekadar pertunjukan teknologi, tapi langkah nyata untuk mempermudah kerja para petani. Kita ingin mereka tidak lagi terbebani dengan cara manual yang melelahkan,” ujar Sukamta di hadapan para petani.
Dukung Program Ketahanan Pangan
Kegiatan tanam padi perdana ini juga menjadi bagian dari program strategis Pemkab Tanah Laut dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Menurut Sukamta, pertanian merupakan sektor yang harus terus dikembangkan, apalagi Tanah Laut memiliki lahan subur dan potensi besar untuk produksi pangan.
“Pertanian adalah tulang punggung daerah. Dengan teknologi ini, kami berharap hasil produksi meningkat, kualitas padi terjaga, dan kesejahteraan petani ikut terdongkrak,” tambahnya.

Baca juga: Kapolsek Jaro Pimpin Upacara di SMAN 1 Jaro, Sosialisasi Bahaya Miras dan Kenakalan Remaja
Respon Antusias Petani
Kehadiran drone pertanian mendapat sambutan positif dari para petani Bati-Bati. Mereka menilai cara baru ini dapat menghemat tenaga dan waktu, terutama di tengah keterbatasan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian.
“Kalau biasanya butuh belasan orang dan waktu seharian untuk menanam, sekarang hanya butuh hitungan jam dengan drone. Tentu ini sangat membantu,” kata Ahmad, seorang petani yang turut hadir dalam acara tersebut.
Kolaborasi Pemerintah dan Swasta
Pelaksanaan tanam perdana dengan drone ini merupakan hasil kerja sama Pemkab Tanah Laut dengan pihak swasta yang menyediakan teknologi serta pelatihan bagi para petani. Pemerintah berkomitmen untuk terus memperluas akses penggunaan teknologi ini agar bisa dinikmati oleh lebih banyak kelompok tani.
Sukamta juga menyampaikan bahwa ke depan, selain penebaran benih, drone juga akan digunakan untuk penyemprotan pestisida dan pemupukan, sehingga efisiensi di sektor pertanian semakin maksimal.
Menuju Pertanian 4.0
Dengan dimulainya penggunaan drone di Bati-Bati, Pemkab Tanah Laut resmi melangkah menuju konsep pertanian 4.0. Harapannya, langkah ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain sekaligus membuka peluang peningkatan produksi beras Tanah Laut yang selama ini menjadi salah satu penyangga pangan di Kalimantan Selatan.
“Petani harus siap menghadapi era baru. Kita ingin Tanah Laut bukan hanya sebagai lumbung pangan daerah, tetapi juga menjadi pelopor modernisasi pertanian di Indonesia,” tegas Sukamta.
















