Info Jaro – Bencana tanah longsor menutup akses jalan utama di wilayah Amarasi Barat, Kabupaten Kupang. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 21 kepala keluarga (KK) terdampak dan harus dievakuasi ke lokasi yang lebih aman guna menghindari risiko lanjutan.
Longsor terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi, menyebabkan material tanah dan bebatuan menimbun badan jalan serta mengancam permukiman warga di sekitar lereng.
Akses Jalan Lumpuh Total
Material longsoran berupa tanah, batu, dan pohon tumbang menutup total badan jalan penghubung antar desa di Amarasi Barat. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu, termasuk distribusi logistik dan mobilitas masyarakat.
Sejumlah kendaraan tidak dapat melintas dan warga terpaksa mencari jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh. Aparat setempat langsung memasang tanda peringatan di sekitar lokasi untuk mencegah warga melintas di area berbahaya.
21 KK Dievakuasi ke Tempat Aman
Sebagai langkah antisipasi, petugas gabungan mengevakuasi 21 KK yang rumahnya berada di sekitar titik rawan longsor. Evakuasi dilakukan karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan, mengingat kondisi tanah masih labil.
Warga dievakuasi ke rumah kerabat dan fasilitas umum yang dinilai aman. Proses evakuasi berjalan lancar dengan bantuan aparat desa, relawan, dan petugas kebencanaan.

Baca juga: Kukuhkan Pengurus DPW, Waketum Hanif Dhakiri Tantang PKB NTT Naik Kelas
BPBD Lakukan Penanganan Darurat
BPBD Kabupaten Kupang bergerak cepat melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian. Langkah yang dilakukan meliputi pendataan korban terdampak, asesmen kerusakan, serta koordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan pembersihan material longsor.
BPBD juga menyiagakan personel dan peralatan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor lanjutan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Alat Berat Dikerahkan Buka Jalan
Untuk membuka kembali akses jalan yang tertutup, pemerintah daerah mengerahkan alat berat guna membersihkan material longsor. Proses pembersihan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas di lapangan.
Warga berharap akses jalan dapat segera normal kembali agar aktivitas ekonomi dan sosial tidak semakin terganggu.
Warga Diimbau Tetap Waspada
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan. Warga diminta segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau retakan di sekitar permukiman.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk sementara waktu menghindari aktivitas di sekitar lereng dan lokasi longsor hingga kondisi dinyatakan aman.
Komitmen Pemda Tangani Dampak Bencana
Pemerintah Kabupaten Kupang menegaskan komitmennya untuk menangani dampak bencana secara cepat dan terkoordinasi. Selain fokus pada pembukaan akses jalan, pemda juga menyiapkan bantuan logistik bagi warga terdampak serta memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat, diharapkan penanganan bencana longsor di Amarasi Barat dapat berjalan optimal dan kondisi segera pulih.
















