Jaro – Isu pergantian Menteri Keuangan dari Sri Mulyani Indrawati ke Purbaya Yudhi Sadewa terus menjadi perbincangan publik. Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, akhirnya buka suara. Ia memberikan penjelasan mengenai dinamika yang terjadi serta pandangan pribadinya terkait sosok pengganti Sri Mulyani.
Luhut Tegaskan Pergantian Menteri adalah Hak Presiden
Dalam keterangannya, Luhut menegaskan bahwa pergantian atau reshuffle menteri sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden. Menurutnya, tidak ada pihak yang bisa mengintervensi keputusan tersebut, termasuk dirinya.
“Pergantian menteri itu hak prerogatif Presiden. Jadi siapa pun yang diganti atau diangkat, kita semua harus menghormatinya. Tidak boleh ada spekulasi yang berlebihan,” ujar Luhut.
Pernyataan ini sekaligus menepis anggapan bahwa dirinya turut menjadi aktor di balik perubahan komposisi kabinet.
Menilai Kinerja Sri Mulyani
Luhut juga memberikan apresiasi terhadap kiprah Sri Mulyani selama menjabat sebagai Menteri Keuangan. Ia menyebut, Sri Mulyani adalah sosok yang telah banyak berjasa menjaga stabilitas fiskal Indonesia di tengah tantangan global.
“Bu Sri Mulyani itu orangnya sangat kompeten, berdedikasi, dan sudah berkontribusi besar. Kita semua harus mengakui itu,” ucapnya.
Namun, Luhut mengingatkan bahwa setiap jabatan memiliki dinamika dan tantangannya masing-masing. Ia menekankan pentingnya regenerasi serta penyesuaian strategi ekonomi seiring perubahan situasi dunia.

Baca juga: Ganti Sri Mulyani, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Mengaku Jago Fiskal
Tentang Sosok Purbaya Yudhi Sadewa
Terkait nama Purbaya Yudhi Sadewa yang kini dipercaya menggantikan posisi Sri Mulyani, Luhut menyebut bahwa sosok tersebut bukan orang baru di dunia ekonomi. Purbaya pernah menjadi Deputi Bidang Moneter di Kementerian Koordinator Perekonomian serta menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS (Lembaga Penjamin Simpanan).
“Purbaya itu punya kapasitas akademik dan pengalaman teknis yang mumpuni. Dia juga dikenal dekat dengan kalangan profesional dan punya pemahaman luas soal kebijakan fiskal maupun moneter,” jelas Luhut.
Ia berharap, kehadiran Purbaya dapat membawa semangat baru dalam menjaga ketahanan fiskal sekaligus mendorong percepatan program prioritas pemerintah, khususnya di bidang pembangunan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Stabilitas Ekonomi Jadi Prioritas
Dalam kesempatan yang sama, Luhut menekankan bahwa pergantian Menteri Keuangan tidak boleh menimbulkan kekhawatiran di pasar maupun di masyarakat. Menurutnya, pemerintah tetap berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi, pengendalian inflasi, serta keberlanjutan program pemulihan pasca-pandemi.
“Pesan Presiden sangat jelas, siapapun menterinya, kebijakan fiskal harus tetap disiplin dan berpihak pada rakyat. Itu yang harus kita dukung bersama,” tegasnya.
Harapan Luhut kepada Publik
Di akhir pernyataannya, Luhut mengajak masyarakat untuk tidak terjebak pada polemik politik yang bisa menimbulkan kegaduhan. Ia meminta semua pihak memberi kesempatan kepada Purbaya untuk bekerja, sekaligus tetap menghormati pengabdian SriMulyani.
“Kita harus objektif. Mari kita dukung menteri yang baru agar bisa bekerja maksimal. Dan jangan lupa, kita juga berterima kasih kepada Bu Sri Mulyani atas dedikasi panjangnya untuk negeri ini,” pungkas Luhut.
Dengan pernyataan Luhut ini, publik diharapkan bisa melihat pergantian menteri sebagai bagian dari dinamika normal pemerintahan. Fokus utama, menurutnya, adalah memastikan keberlanjutan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
















