Info Jaro – Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta di wilayah Jakarta dan sekitarnya mengalami kekosongan stok bahan bakar minyak (BBM) dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat para pegawai SPBU terpaksa mencari cara agar tetap bisa bertahan, salah satunya dengan menjual produk sampingan seperti oli kendaraan, air mineral, hingga kopi sachet.
BBM Kosong, Aktivitas SPBU Sepi
Pantauan di lapangan menunjukkan, antrean kendaraan yang biasanya memadati area pengisian BBM kini nyaris tidak terlihat. Banyak pengendara yang terpaksa beralih ke SPBU Pertamina karena stok di SPBU swasta kosong.
“Sudah seminggu ini kosong. Katanya pasokan telat masuk, jadi kami cuma bisa standby di sini,” ujar Rudi, salah satu pegawai SPBU swasta di kawasan Jakarta Barat.
Menurutnya, sepinya aktivitas pengisian membuat suasana SPBU bak toko kecil yang mencoba bertahan. “Kalau tidak jualan tambahan seperti oli, kopi, dan air mineral, kami bisa tidak dapat pemasukan sama sekali,” tambahnya.
Pegawai Alih Jualan untuk Bertahan
Karena minimnya pasokan BBM, pegawai SPBU swasta harus kreatif mencari peluang. Beberapa di antaranya menggelar meja kecil di sudut area SPBU untuk menawarkan produk tambahan.
“Biasanya kami sibuk isi BBM nonstop, sekarang malah duduk menunggu pembeli oli atau minuman. Yang penting ada pemasukan,” kata Siti, pegawai lainnya.
Ia mengaku keuntungan dari penjualan produk tambahan jauh lebih kecil dibanding saat SPBU beroperasi normal. Namun, langkah ini setidaknya bisa sedikit meringankan beban ekonomi para pegawai.

Baca juga: Pemicu Tutut Soeharto Sempat Gugat Menkeu: Surat Cegah ke Luar Negeri-Utang BLBI
Dugaan Penyebab Kelangkaan
Belum ada penjelasan resmi dari pihak pengelola SPBU swasta terkait penyebab kekosongan BBM. Namun, sejumlah pihak menduga keterlambatan distribusi dan perbedaan mekanisme harga antara SPBU swasta dengan Pertamina menjadi faktor utamanya.
“Kalau harga di Pertamina lebih stabil, tentu masyarakat lebih memilih ke sana. Sementara SPBU swasta sering kesulitan mendapat pasokan dengan harga kompetitif,” ujar seorang pengamat energi.
Dampak ke Masyarakat
Kondisi ini membuat sebagian warga harus menempuh jarak lebih jauh untuk mendapatkan BBM. Tidak jarang, pengendara harus rela antre panjang di SPBU Pertamina terdekat.
“Biasanya saya isi di SPBU swasta dekat rumah, sekarang harus muter jauh ke Pertamina. Selain boros waktu, bensin juga cepat habis karena jalan berputar,” keluh Sarman, pengendara ojek online.
Harapan Pegawai dan Warga
Para pegawai SPBU swasta berharap distribusi BBM bisa segera kembali normal agar aktivitas operasional berjalan lancar. Mereka juga berharap pemerintah dan pihak terkait turun tangan memberikan solusi agar masyarakat tidak dirugikan.
“Kami hanya berharap BBM segera masuk lagi. Kalau begini terus, bisa-bisa SPBU mati total dan kami kehilangan pekerjaan,” ungkap Rudi.
















