Info Jaro – Pedagang ikan di Pasar Inpres Matawai menyuarakan keluhan mereka kepada pemerintah daerah (Pemda). Mereka meminta agar Pemda segera menertibkan pedagang yang berjualan di badan jalan sekitar pasar, karena kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas jual-beli serta arus lalu lintas di kawasan pasar.
Pedagang Resmi Merasa Dirugikan
Para pedagang ikan yang menempati lapak resmi di dalam pasar mengaku mengalami penurunan omzet akibat keberadaan pedagang kaki lima di badan jalan. Pembeli lebih memilih berbelanja di luar pasar karena dianggap lebih praktis, sementara pedagang di dalam merasa sepi pembeli.
“Kami bayar retribusi setiap hari, tapi kalah saing dengan mereka yang jualan di badan jalan. Ini jelas tidak adil,” kata Marni, salah satu pedagang ikan di dalam pasar.
Kondisi Lalu Lintas Semrawut
Selain berdampak pada pedagang, keberadaan pedagang liar juga membuat lalu lintas di sekitar Pasar Inpres Matawai menjadi semrawut. Kendaraan sulit keluar-masuk, bahkan sering terjadi kemacetan terutama saat jam sibuk pagi hari.
“Kalau pagi, motor dan mobil susah lewat karena jalan sudah dipenuhi pedagang. Belum lagi sampah ikan yang berserakan, bikin bau menyengat,” ujar seorang pengunjung pasar.

Baca juga: BGN Buka-bukaan, Baru 198 dari 10.012 Dapur MBG yang Punya Sertifikat Higiene
Desakan pada Pemerintah Daerah
Melihat kondisi ini, pedagang ikan mendesak Pemda Sumba Timur untuk segera turun tangan. Mereka berharap ada penertiban yang tegas agar ketertiban pasar bisa terjaga.
“Kami tidak menolak pedagang lain mencari rezeki, tapi semua harus tertib. Kalau mau jualan, masuk ke dalam pasar. Jangan di jalan,” tegas salah satu perwakilan pedagang.
Respons Pemda Sumba Timur
Menanggapi keluhan tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumba Timur menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan Satpol PP dan instansi terkait untuk mencari solusi.
“Kami akan tinjau langsung kondisi di lapangan. Penertiban pasti dilakukan, tapi juga akan dibarengi dengan pendekatan agar pedagang kaki lima tidak kehilangan mata pencaharian,” ujar Kepala Disperindag.
Harapan Akan Pasar yang Nyaman
Pedagang maupun pembeli berharap penataan pasar segera dilakukan agar aktivitas jual-beli bisa berlangsung lebih tertib, nyaman, dan adil. Pasar yang rapi dan bebas dari kemacetan dinilai akan mendukung roda perekonomian masyarakat.
“Kalau pasar tertib, semua enak. Pedagang resmi tidak rugi, pembeli juga nyaman. Kami harap Pemda serius menangani ini,” pungkas Marni.
















