Jaro – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bojonegoro tengah menjadi sorotan publik usai muncul dugaan malapraktik yang dialami oleh salah seorang pasien. Kasus ini mencuat setelah keluarga pasien melaporkan adanya kejanggalan dalam penanganan medis yang diterima.
Kronologi Dugaan Malapraktik
Keluarga pasien menyebut bahwa perawatan yang diberikan pihak rumah sakit tidak sesuai dengan prosedur medis yang seharusnya. Pasien yang awalnya masuk dengan keluhan ringan justru mengalami kondisi memburuk setelah mendapat tindakan medis tertentu.
“Awalnya hanya mengeluhkan sakit biasa, tetapi setelah ditangani dokter di sini, kondisinya malah semakin parah,” ungkap salah satu anggota keluarga pasien kepada wartawan.
Respon Pihak RSUD
Menanggapi tudingan tersebut, manajemen RSUD Bojonegoro membantah adanya malapraktik. Pihak rumah sakit menyatakan bahwa seluruh tindakan medis telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan dengan pertimbangan medis yang matang.
“Kami pastikan semua tenaga medis bekerja profesional. Jika ada tuduhan malapraktik, itu harus dibuktikan melalui proses hukum dan investigasi medis, bukan hanya asumsi,” kata Humas RSUD Bojonegoro.
Pemeriksaan dan Investigasi
Kasus ini kini mulai ditangani oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro yang berencana membentuk tim investigasi untuk mengungkap kebenaran. Tim tersebut akan memeriksa rekam medis pasien, melakukan klarifikasi dengan pihak dokter, serta mengumpulkan keterangan dari keluarga pasien.

Baca juga: Terungkap di Sidang Suap Vonis Lepas Migor soal Tawaran Sejuta Dolar AS
“Kami tidak bisa langsung menyimpulkan. Proses investigasi harus objektif dan menyeluruh agar tidak merugikan pihak manapun,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro.
Reaksi Masyarakat
Kabar dugaan malapraktik ini langsung mendapat perhatian luas dari masyarakat Bojonegoro. Sejumlah warga meminta agar kasus ini ditangani secara transparan, karena menyangkut kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan pemerintah.
“Kalau benar ada malapraktik, harus ada tindakan tegas. Masyarakat tidak boleh dirugikan,” ujar salah seorang warga.
Upaya Hukum Keluarga Pasien
Keluarga pasien sendiri mengaku tengah mempertimbangkan langkah hukum, termasuk melapor ke kepolisian maupun mengadukan kasus ini ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Mereka berharap ada keadilan dan pertanggungjawaban dari pihak yang dianggap lalai.
“Kami tidak ingin orang lain mengalami hal yang sama. Kami akan menempuh jalur hukum jika memang diperlukan,” tegas keluarga pasien.
Menunggu Kejelasan
Kasus dugaan malapraktik di RSUD Bojonegoro ini menjadi ujian besar bagi pihak rumah sakit sekaligus pengingat pentingnya transparansi dan akuntabilitas di dunia medis. Publik kini menunggu hasil investigasi resmi dari Dinas Kesehatan serta kemungkinan langkah hukum lanjutan dari keluarga pasien.
















